Jemaah Haji Indonesia Mulai Berdatangan ke Arafah, Haru dan Syukur Warnai Perjalanan Wukuf

 

Ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Padang Arafah pada Senin (25/5/2026) untuk menjalani puncak ibadah haji, yakni wukuf yang berlangsung pada 9 Dzulhijah 1447 Hijriah atau Selasa (26/5/2026).

Sejumlah kelompok terbang (kloter) yang lebih dulu tiba di kawasan Arafah di antaranya SOC 75, KJT 34, dan BDJ 18. Para jemaah mulai memasuki area tenda sejak pukul 08.00 waktu setempat di Arab Saudi.

Sesampainya di lokasi, para jemaah langsung diarahkan menuju tenda yang telah disiapkan. Identitas kloter hingga daftar nama penghuni tenda sudah ditempel di bagian depan sehingga memudahkan proses penempatan. Beberapa jemaah juga tampak menerima air minum dan es krim sebelum memasuki tenda masing-masing.

Suasana haru terlihat dari salah satu jemaah asal kloter BDJ 18 bernama Hannah (63). Ia tiba menggunakan kursi roda yang didorong oleh anaknya menuju area tenda. Dengan mata berkaca-kaca, Hannah mengaku bersyukur akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang selama 15 tahun.

Momen menuju wukuf yang tinggal menghitung jam membuat emosinya bercampur antara bahagia dan sedih. Ia mengenang almarhum suaminya yang telah meninggal dunia sebelum cita-cita mereka berhaji bersama dapat terwujud.

“Suami saya sudah meninggal,” ucap Hannah lirih sambil menahan haru.

Sementara itu, pembimbing ibadah dari KBIHU, Khairunnor Juhrani, menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada jemaah Indonesia di Arafah tahun ini. Menurutnya, para petugas menyambut jemaah dengan baik dan fasilitas yang tersedia dinilai sangat memadai.

“Kami disambut ramah. Bahkan dapat es krim juga. Kasur dan spreinya baru semua. Pelayanannya sangat bagus,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Satgas Arafah Abdul Basir menjelaskan bahwa area jemaah Indonesia di Padang Arafah dibagi ke dalam 10 sektor adhoc. Setiap sektor rata-rata memiliki enam markaz, dan masing-masing markaz terdiri dari sekitar 17 tenda.

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari seribu tenda yang disiapkan untuk menampung jemaah Indonesia. Untuk mendukung pelayanan, setiap markaz ditempatkan sekitar enam petugas, ditambah dukungan personel dari Daerah Kerja Makkah.

Basir juga menyebut berbagai fasilitas telah ditingkatkan demi kenyamanan jemaah selama menjalani wukuf. Khusus bagi jemaah lanjut usia dan yang masuk kategori risiko tinggi, panitia menyediakan sekitar 25 mobil golf guna membantu mobilitas mereka menuju tenda apabila jaraknya cukup jauh.