Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh esok hari, umat
Islam kembali diingatkan tentang besarnya keutamaan ibadah qurban. Ibadah ini
bukan sekadar menyembelih hewan ternak, melainkan bentuk ketaatan dan
penghambaan kepada Allah SWT yang telah diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Dalam syariat Islam, hewan yang sah dijadikan qurban
meliputi kambing, domba, sapi, hingga unta. Ibadah tersebut dilaksanakan pada
hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pendekatan diri kepada
Allah SWT.
Salah satu keutamaan qurban dijelaskan dalam sebuah riwayat
yang menyebutkan bahwa hewan qurban kelak akan menjadi kendaraan bagi orang
yang berqurban di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
أَحْسِنُوْا ضَحَايَاكُمْ فَإِنَّها
مَطَايَاكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Perbaguslah hewan qurban kalian, karena
sesungguhnya hewan itu akan menjadi kendaraan kalian pada hari kiamat.”
Namun demikian, tidak semua Muslim memiliki kemampuan
finansial untuk melaksanakan qurban. Meski begitu, Islam tetap membuka jalan
agar mereka yang belum mampu tetap memperoleh pahala dan keutamaannya.
Niat yang Tulus untuk Berqurban
Salah satu cara mendapatkan pahala qurban adalah dengan
memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk melaksanakannya. Dalam hadits qudsi
riwayat Muslim, Allah SWT berfirman:
إِذَا هَمَّ عَبْدِيْ بِحَسَنَةٍ
وَلَمْ يَعْمَلْ بِهَا كَتَبْتُ لَهُ حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا كَتَبْتُهَا
عَشْرَ حَسَنَاتٍ اِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ
Artinya: “Jika hamba-Ku berniat melakukan suatu kebaikan
namun belum sempat melaksanakannya, maka Aku catat baginya satu pahala
kebaikan. Jika ia melaksanakannya, maka Aku lipatgandakan menjadi sepuluh
hingga tujuh ratus kali lipat.”
Hadits ini menunjukkan bahwa niat yang tulus sudah bernilai
ibadah di sisi Allah SWT. Karena itu, seseorang yang belum mampu berqurban
tetapi terus berusaha, menabung, dan berharap dapat melaksanakannya di masa
mendatang tetap memiliki peluang meraih pahala.
Datang Lebih Awal untuk Shalat Jumat
Cara lain yang disebut memiliki ganjaran seperti pahala qurban
adalah berangkat lebih awal menuju shalat Jumat. Rasulullah SAW bersabda:
ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ
بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً
وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا
Artinya: “Orang yang datang lebih awal ke masjid pada hari
Jumat seakan-akan berqurban seekor unta. Yang datang pada waktu berikutnya
seperti berqurban seekor sapi. Dan yang datang setelahnya seperti berqurban
seekor kambing.”
Para ulama menjelaskan bahwa anjuran datang lebih awal
menunjukkan besarnya keutamaan mempersiapkan diri menyambut ibadah Jumat.
Semakin awal seseorang datang ke masjid, semakin besar pula pahala yang
dijanjikan.
Mendapatkan Pahala dengan Diikutsertakan
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah berqurban sambil
mendoakan keluarganya dan umatnya:
بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ
تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى
بِهِ
Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, terimalah qurban ini
dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad.”
Dari doa tersebut, para ulama menjelaskan bahwa seseorang
boleh mengikutsertakan keluarga maupun orang lain dalam pahala qurban yang ia
lakukan. Dengan demikian, orang yang belum mampu berqurban tetap dapat
memperoleh bagian pahala melalui doa dan niat orang yang berqurban.
Imam an-Nawawi juga menjelaskan:
وَاسْتَدَلَّ بِهَذَا مَنْ جَوَّزَ
تَضْحِيَةَ الرَّجُلِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَاشْتِرَاكَهُمْ مَعَهُ فِي
الثَّوَابِ
Artinya: “Hadits ini dijadikan dalil bolehnya seseorang berqurban
atas nama dirinya dan keluarganya serta mengikutsertakan mereka dalam pahala qurban.”
Meski demikian, pahala terbesar tentu tetap diperoleh oleh
orang yang benar-benar melaksanakan ibadah qurban secara langsung. Allah SWT
berfirman:
مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ
عَشْرُ أَمْثَالِهَاۖ وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Artinya: “Barang siapa membawa kebaikan, maka baginya pahala
sepuluh kali lipat. Dan barang siapa membawa keburukan, maka dia tidak dibalas
selain setimpal dengannya, dan mereka tidak dizalimi.”
Karena itu, menjelang Idul Adha esok hari, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperkuat niat, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Bagi yang belum mampu berqurban tahun ini, jangan berkecil hati, sebab pintu pahala dan rahmat Allah SWT tetap terbuka luas bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari kebaikan.
